Selasa, 14 Desember 2010

KAPASITAS BANDWIDTH FMIPA UNMUL

KAPASITAS PENGGUNAAN BANDWIDTH FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM


Oleh :

Annisa Putri Novalianti
1007055040







FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS MULAWARMAN
SAMARINDA
2010
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb.

            Puji syukur terhatur pada Tuhan Penguasa Alam, Dialah Allah SWT. Yang masih memberikan ku kesempatan bernafas dan bertingkah laku dengan segala kesempurnaan ku sebagai seorang manusia. Serta tak lupa ku haturkan beribu shalawat dan salam terindah untuk penerang kehidupan, Nabi besar Muhammad SAW. Karena dengan perantara Beliau lah kita bias keluar dari limbah hitam hitam menuju sungai jernih. Tak luput salam bahagia untuk para sahabat, istri, dan keluarga beliau yang senantiasa melindungi dan menjunjung beliau.
Terimakasih pun turut terhaturkan karena akhirnya paper saya yang berjudul “KAPASITAS PENGUNAAN BANDWIDTH FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS MULAWARMAN “ dapat saya rampungkan tepat waktu. Terwujudnya paper ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak yang telah mendorong dan membimbing, baik tenaga, ide-ide, maupun pemikiran. Semoga segala bantuan yang tidak ternilai harganya ini mendapat imbalan di sisi Allah SWT sebagai amal ibadah, Amin.
Penelitian ini ingin mengetahui dan menguji pengaruh bandwidth terhadap mahasiswa di fakultas MIPA Universitas Mulawarman. Sebanyak apa dan seberapa efektif penggunaan bandwidth di fakultas tersebut. Karena mahasiswa tidak akan lepas dari pengaruh penggunaan internet yang merupakan media belajar tersendiri untuk perluasan ilmu.
Penulis menyadari bahwa paper  ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran dari berbagai pihak sangat membantu demi perbaikan berikutnya. Amin ya Rabb

Samarinda, 11 Desember 2010


Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I    PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang Masalah
1.2  Rumusan Masalah
1.3 Tujuan dan Kegunaan Penelitian
BAB II               TINJAUAN PUSTAKA
2.1  Dasar Teori
A.    Fakultas MIPA Universitas Mulawarman
B.     Internet
C.     Bandwidth
D.    Mengukur Kecepatan Akses Internet
2.2  Hipotesis
BAB III   HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN
BAB IV   PENUTUP
4.1  Simpulan
4.2  Kata Penutup
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN






 

 

 

 

ABSTRAK

 

Penelitian yang bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan sampel yang mengambil wilyah penelitian Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Mulawarman, Samarinda. Yang hendak dikaji dalam penelitian ini adalah seberapa besar kebutuhan bandwidth yang dapat diberikan fakultas untuk mahasiswa.

 

Realitas hasil penelitian menunjukkan bahwa MIPA masih banyak menghadapi kelemahan yaitu kurangnya kapasitas bandwidth yang tidak sebanding dengan banyak mahasiswa di MIPA. Selain itu kurangnya titik hot spot yang menyebabkan mahasiswa kurang minat menggunakan bandwidth fakultas.

 

Kata kunci: MIPA, mahasiswa, dan bandwidth.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1  Latar Belakang Masalah

            Sistem informasi komputer kini menjadi suatu hal yang primer bagi kebutuhan pemenuhan kebutuhan informasi sebagai sarana mempermudah pekerjaan. Perkembangan iptek memicu banyak kalangan untuk mencari alternative pemecahan masalah di bidang teknologi sistem informasi. Hingga timbul inisiatif terciptanya internet. Secara harfiah, internet ialah rangkaian komputer yang terhubung dalam beberapa rangkaian (internetworking). Tak terlepas dari ini timbullah istilah bandwidth. Bandwidth adalah luas atau lebar cakupan frekuensi yang digunakan oleh sinyal dalam medium transmisi.
            Dalam pembahasan saya kali ini, daerah penelitian adalah Fakultas MIPA Universitas Mulawarman. Universitas Mulawarman merupakan universitas terbesar di Kalimantan Timur yang memiliki jaringan intranet dan internet cukup besar. Namun, hal ini masih sangat tidak relevan dikarenakan masih banyaknya ketidaktahuan para mahasiswa akan fasilitas bandwidth yang mereka gunakan yang hal ini dikarenakan lelet atau lambatnya koneksi yang terjadi di fakultas MIPA.
1.2  Rumusan Masalah
            Berdasarkan uraian singkat di atas maka yang menjadi pokok masalah adalah “ Berapa besar kapasitas bandwidth fakultas MIPA dan bagaimana tanggapan mahasiswa tentang bandwidth fakultas MIPA ? ”
1.3 Tujuan dan Kegunaan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.      Untuk mengetahui besar kapasitas bandwidth di fakultas MIPA
2.      Tanggapan mahasiswa tentang bandwidth yang tersedia di fakultas MIPA
Adapun kegunaan penelitian ini adalah sebagai bahan referensi tambahan untuk pengembangan kebutuhan bandwidth MIPA.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

 

2.1    Dasar Teori

 

A.    Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Mulawarman

Universitas Mulawarman lahir dengan nama Perguruan Tinggi Mulawarman (Kalimantan Timur) dengan Fakultas Ketatanegaraan dan Ketataniagaan. Kemudian diusulkan tambahan fakultas Pertambangan, Kehutanan, Pertanian, Ketatanegaraan, dan Ketataniagaan. Usulan itu diterima dan diterbitkan Keputusan Menteri tanggal 28 September 1962 No. 130, yang diperkuat oleh Keputusan Presiden No. 65 tanggal 23 April 1963. Selama periode tahun 1962-1967, fakultas yang paling operasional adalah fakultas Ketatanegaraan dan Ketataniagaan (kemudian menjadi Fakultas Sosial Politik dan Ekonomi), fakultas Kehutanan dan Fakultas Pertanian.

Berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 66 Tahun 1982 tanggal 7 September 1982, Universitas Mulawarman bertambah menjadi lima fakultas yaitu Fakultas Ekonomi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Keguruan, Fakultas Kehutanan dan Fakultas Pertanian. Pada tanggal 27 Desember 2000 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 237/0/2000 dibuka Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK).

      Pada tahun 2001, FMIPA (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam) didirikan sebagai upaya untuk mempersiapkan generasi muda menguasai dan mengembangkan IPTEK bagi kepentingan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan bagi kesejahteraan masyarakat. Dengan dibukanya FMIPA diharapkan peranan Universitas Mulawarman akan menjadi lebih penting untuk menyiapkan manusia bermutu tinggi, sadar akan IPTEK, sehingga sanggup memelihara kelangsungan pemanfaatan sumber daya alam yang ada dan mampu mengurangi ketergantungan impor IPTEK dari negara maju.

            Upaya ini telah mendapat persetujuan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi No. 2811/D/T/2001 tanggal 30 Agustus 2001 untuk program studi  Biologi, Ilmu Kimia, Fisika, Statistika, dan No. 386/D/T/2004 tanggal 21 September 2004 untuk Program Studi Ilmu Komputer. Pada tahun 2006, dengan SK No. 109/OT/2006 tanggal 3 Mei 2006 secara resmi ditetapkan menjadi suatu fakultas definitive di lingkungan Universitas Mulawarman.

   Berdasarkan atas visi Universitas Mulawarman yakni sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bertumpu pada hutan tropika basah dan kenyataan letaknya berada di Pusat Pengembangan Industri Kehutanan, MIGAS, Pertambangan, Perkebunan dan Lingkungan Perairannya, maka kekhususan FMIPA Unmul adalah :

a.       Kimia (Kimia Fisik, Kimia Anorganik, Kimia Organik, Kimia Analitik, dan Biokimia)

b.      Fisika (Teori dan Material, Elektronika dan Instrumentasi, Komputasi dan Permodelan, Fisika Medis, Geofisika dan Oceanografi)

c.       Biologi (Biologi Lingkungan dan Bioindustri)

d.      Statistika (Statistika Komputasi)

e.       Ilmu Komputer (Rekayasa Software dan Sistem Informasi)

 

            Sejak tahun 2006 telah memiliki infrastruktur berupa jaringan kabel serat optik sepanjang 4000 meter yang menghubungkan gedung rektorat, 11 fakultas, dan 2 unit pelaksana yang ada di Universitas Mulawarman. Selain itu juga dikembangkan computer ke sub-sub local di masing-masing Fakultas dengan media kabel UTP sepanjang 400 dan kabel STP. Tahun 2009 Universitas Mulawarman memiliki backup jaringan melalui wireless. Jaringan internet sudah dimanfaatkan oleh Universitas Mulawarman sejak tahun 2005 dengan lebar bandwidth 256 Kbps, yang kemudian pada tahun 2008 bertambah menjadi 4 Mbps dengan ISP Astinet PT. Telkom. Saat ini sudah mencapai 20 Mbps yang telah menggunakan jalur FO. Manajemen bandwidth per fakultas berdasarkan besarnya pemakaian masing-masing fakultas. Pada fakultas MIPA limit bandwidth pada port 23 dengan besar inbound dan outbound sebesar 128 yang artinya besar bandwidth yang dibuka hanya sebesar 128 kb. Dengan asumsi seperti itu maka trafik yang melewati port Ethernet 23 baik menuju internet dan intranet tidak akan melebihi dari 128 kb. Dan besar kapasitas sekarang adalah 2 Mbps.

 

B.   Internet

Internet (interconnected-networking) ialah rangkaian komputer yang terhubung di dalam beberapa rangkaian global dan menggunakan TCP/IP sebagai protocol pertukaran paket.

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/b/b9/WorldWideWebAroundWikipedia.png/300px-WorldWideWebAroundWikipedia.png
Perkembangan sejarah internet dapat dibagi dalam beberapa aspek, yaitu :
1.      Adanya aspek evolusi teknologi yang dimulai dari riset packet switching yang dilakukan riset lanjutan untuk mengembangkan wawasan terhadap I frastruktur komunikasi data yang meliputi beberapa dimensi seperti skala, performance, dan kefungsian tingkat tinggi.
2.      Adanya aspek pelaksanaan dan pengelolaan sebuah infrastruktur yang global dan kompleks.
3.      Adanya aspek sosial yang dihasilkan dalam sebuah komunitas masyarakat dari para internauts yang bekerjasama membuat dan mengembangkan teknologi ini.
4.      Adanya aspek komersial yang dihasilkan dalam sebuah perubahan ekstrim namun efektif dari sebuah penelitian yang mengkibatkan terbentuknya infrastruktur informasi global

Internet dijaga oleh perjanjian multilateral dan spesifikasi teknikal dari IETF (Internet Engineering Task Force) dengan dokumen RFC (Request for Comments) yang sebagian dijadikan Standar Internet oleh Badan Arsitektur Internet (Internet Architecture Board IAB). Protokol-protokol Internet yang sering digunakan adalah seperti, IP, TCP, UDP, DNS, PPP, SLIP, ICMP, POP3, IMAP, SMTP, HTTP, HTTPS, SSH, Telnet, FTP, LDAP, dan SSL.

Beberapa layanan popular di Internet yang menggunakan protocol di atas, ialah email/surat elektronik, Usenet, Newsgroup, berbagai berkas (File Sharing), WWW (World Wide Web), Gopher, akses sesi (Session Access), WAIS, finger IRC, MUD, dan MUSH. Di antara semua ini, email/surat elektronik dan World Wide Web lebih kerap digunakan, dan lebih banyak servis yang dibangun berdasarkannya, seperti milis (Mailing List) dan Weblog. Internet memungkinkan adanya servis terkini (Real-time service), seperti web radio, dan webcast, yang dapat diakses di seluruh dunia. Selain itu melalui Internet dimungkinkan untuk berkomunikasi secara langsung antara dua pengguna atau lebih melalui program pengirim pesan instan seperti Camfrog, Pidgin (Gaim), Trilian, Kopete, Yahoo! Messenger, MSN Messenger dan Windows Live Messenger.
Beberapa servis Internet popular yang berdasarkan sistem tertutup (Proprietary System), adalah seperti IRC, ICQ, AIM, CDDB, dan Gnutella. 
Sama seperti halnya sebuah komunitas, Internet juga mempunyai tata tertib tertentu, yang dikenal dengan nama Nettiquette atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan istilah netiket.
Untuk di Indonesia selain tata tertib sosial di Internet juga diberlakukan peraturan (UU ITE).
Terdapat dua bentuk akses internet yang umum yaitu dial up dan jalurlebar. Di Indonesia, seperti negara berkembang dimana akses Internet dan penetrasi PC sudah cukup tinggi dengan didukungnya internet murah dan netbook murah, hanya saja Indonesia operator kurang fair dalam menentukan harga dan bahkan ada salah satu operator yang sengaja membuat “perangkap jebakan” agar pengguna internet bayar lebih mahal sampai berjuta-juta rupiah!! Lainnya sekitar 42% dari akses internet melalui fasilitas public internet akses seperti warnet, cybercafe, hotspot, dll. Tempat lainnya yang sering dipakai untuk akses internet adalah kampus dan kantor. Selain menggunakan PC, kita juga dapat mengakses internet melalui handphone dengan fasilitas GPRS. Biaya akses internet dihitung melalui besarnya kapasitas perkilobite yang didownload.
perkembangan internet
sejarah internet
Namun tidak dipungkiri internet memiliki dampak positif dan negative. Dampak positif internet adalah sebagai berikut :
1.      Internet sebagai media komunikasi, merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan dimana-mana
2.      Media pertukaran data dengan murah dan cepat
3.      Media untuk mencari informasi atau data yang akurat
4.      Kemudahan memperoleh informasi
5.      Kemudahan bertransaksi
Dampak negative internet adalah :
1.      Pornografi
2.      Violence and gore
3.      Penipuan
4.      Carding dan cracker
5.      Perjudian

C.     Bandwidth

Bandwidth dalam teknologi komunikasi adalah perbedaan antara frekuensi terendah dan tertinggi dalam rentang tertentu. Dalam pengertian lain, bandwidth adalah luas atau lebar cakupan frekuensi yang digunakan oleh sinyal dalam medium transmisi. Dalam kerangka ini, bandwidth dapat diartikan sebagai komponen sinyal frekuensi tinggi atau frekuensi rendah yang diukur berdasar hertz satuan.

Dalam bahsa mudahnya, adalah sebuah takaran lalu lintas data yang masuk dan keluar. Dalam dunia hosting, kita diberiakan jatah bandwidth setiap bulan tergantung seberapa dalam kita merogoh kocek, sebab bandwidth ditentukan seberapa banyak kita mengupload atau mendownload. Makin banyak kegiatan ini kita akses, makin berkurang jatah bandwidth yang diberikan. Misalkan, www.namasitus.com diberi jatah bandwidth sebesar 1,5 Giga dalam sebulan. Dan sejak Desember rasanya jatah bandwidth yang diberikan kurang. Pada bulan Desember jatah sudah habis sebelum tahun baru. Dan berturut-turut bulan berikutnya habis dalam 3 minggu. Otomatis dalam seminggu terakhir didats.net tidak bisa diakses.

Beda lagi dengan bandwidth komputer yang sering disinonimkan untuk data transfer rate pada satuan detik. Biasanya bandwidth ini diukur dalam bps (bits per second) dan Bps (Byte per second). Alokasi atau reservasi sebuah bandwidth kepada pemakai menentukan prioritas terhadap berbagai jenis aliran data dan delay-sensitive aliran data tersebut. Hal ini memungkinkan penggunaan bandwidth yang tersedia secara efisien dan apabila sewaktu-waktu berubah menjadi lambat, aliran data yang prioritas lebih rendah akan dihentikan, sehingga aplikasi yang penting tetap berjalan lancar. Penggunaan bandwidth untuk LAN bergantung pada tipe alat atau medium yang digunakan, umumnya semakin tinggi bandwidth yang ditawarkan oleh sebuah alat atau medium, semakin tinggi pula nilai jualnya. Sedangkan penggunaan bandwidth untuk WAN bergantung pada kapasitas yang ditawarkan dari pihak ISP.

Contoh : Ketika anda menerima/mengirim email, asumsikan besarnya email adalah 4 KB, berarti secara teori, untuk bandwidth 1.000 MB anda bisa kirim 250.000 email atau berbagai variasi antara kirim/terima, misalnya 100.000 kirim dan 150.000 terima.

speed test
Alat pengukur bandwidth

Terdapat ukuran setiap koneksi jaringan yang menetukan seberapa banyak bandwidth tersedia. Contohnya jika anda menggunakan koneksi DSL untuk berhubungan dengan internet, anda mempunyai 1,54 MB bandwidth yang diukur dalam satuan bits. Kumpulan bits ini disebut bytes yang membentuk sejumlah teks, huruf, dan informasi lainnya yang ditransfer antara komputer anda dan internet atau sebaliknya.
Jika anda mempunyai koneksi DSL dengan dedicated bandwidth antara komputer anda dengan ISP, namun ISP anda memiliki ribuan koneksi DSL pada lokasinya. ISP harus memiliki cukup bandwidth untuk melayani hal ini. Jadi ketika anda mempunyai 1,54 MB koneksi ke ISP anda, ISP anda mungkin memiliki 255 MB koneksi ke internet, sehingga bisa mengakomodasi kebutuhan anda dan hingga 166 pengguna lain (255/1,54).
Sederhananya jika dicontohkan adalah, 1 GB sama dengan 1.024 MB. Dalam perspektifnya, butuh 1 byte untuk menyimpan 1 karakter. Bayangkan 100 kabinet data dalam sebuah bangunan, masing masing cabinet menampung 1000 map, setiap mapnya mempunyai 100 kertas. Setiap kertas berisi 100 karakter jadi bisa dibaratkan 1 GB ialah semua karakter dalam sebuah gedung. Sebuah MP3 berukuran berukuran 4 MB, lagu yang sama dalam wav format bisa mencapai 40 MB. Jika anda harus mentransfer lagu MP3 tersebut dari website ke komputer anda, anda akan memenuhi trafik 4 MB diantara website saat anda mendownload dan komputer anda. Bisa jadi transfer data tersebut cepat atau bahkan sangat membutuhkan banyak waktu ketika orang lain juga mendownload file tersebut pada waktu yang sama. Sebagai contoh, jika website yang anda download lagunya tersebut memiliki koneksi 10 MB ke internet dan hanya anda yang mengakses website dan mendownload lagu tersebut, 4 MB sendiri yang terjadi dalam trafiknya. Namun jika 3 orang mendownload file tersebut secara bersamaan, akan terjadi trafik sebesar 12 MB (3x4mb0. Karena hostnya hanya mempunyai koneksi 10 MB, seseorang harus menunggu. Bayangkan jika 100 orang mendownload lagu MP3 ini secara bersamaan, apa yang terjadi ? Transfer file akan sangat lambat.

Berapa besar bandwidth yang cukup digunakan ?
a.       Tidak menyediakan file download pada site, berikut hitungan praktisnya
ADV x APV x APS x 31 x FF
b.      Menyediakan halaman download
[ (ADV x APV x APS) + (ADFD x AFS) ] x 31 x FF
Keterangan :
ADV - Average Daily Visitors, yaitu sejumlah orang yang mengunujngi site anda, hitung rata-rata tiap harinya.
APV - Average Page Views, sejumlah halaman web yang sering dilihat pengunjung.
APS – Average Page Size, yaitu rata-rata besar halaman web anda dalam Kilobytes.
ADFD – Average Daily File Downloads, jumlah download dari site yang dikunjungi setiap hari.
AFS – Average File Size, rata-rata besar file yang dapat didowload dari site.
FF – Fudge Factor, nilai yang lebih besar dari bandwidth sebelumnya.


D.  Mengukur Kecepatan Akses Internet
            Hal pertama yang perlu disepakati dalam menentukan kecepatan akses internet adalah ukuran baku. aran badwidth yang disewa. Ukuran umum bandwidth adalah bps bukan Bps. Nilai 1 byte = 8 bit.
            Hal kedua adalah berapa besar bandwidth yang disewa dari provider dan paket apa yang disewa. Beberapa paket yang sering digunakan :
Paket Dedicated rasio 1:1, maka bandwidth menjadi hak penuh satu pelanggan dan tidak dibagi dengan pelanggan lain
Paket Dedicated rasio 1:2, maka dua pelanggan bersaing dalam penggunaan bandwidth.
Paket Burstable atau Up to, pelanggan bisa memperoleh bandwidth sampai 1 mega bit per second, tetapi tidak ada garansi minimal.


1.      Test Download file
Melakukan test download merupakan cara mengukur kecepatan akses internet yang simple dan cukup realible. Hasilnya dapat dilihat dengan melihat transfer rate pada pop-ip windows.
contoh : kernel linux sebesar 44,4 Mb
diperoleh transfer rate sebesar 119 Kb/sec, yang berarti bandwidth yang diperoleh dari ISP adalah 119 KBps x 8 = 952 kbps
Speed Test Download Kernel Linux


2.      Test Speed Test dari server penyedia tool bandwidth testing

Speed Test
3.      Software Pengukur Kecepatan
Contohnya :: DU Meter, berbayar tetapi bisa mencoba versi trial
4.      Tool Tester
Bandwidth Test Indonesia
-          Telkom Speedy Speed Test
-          Indosat 3G Speed Test
-          Volunter Bandwidth Test
-          Sijiwae Bandwidth Test
Bandwidth Test Luar Negeri
-          Speed Test Belanda
-          www.beelinebandwidthtest.com
-          www.dslreports.com/speedtest
-          www.bandwidthtest.co.uk/

2.2  Hipotesis

Berdasarkan teori teori dan rumusan masalah yang telah dikemukakan sebelumnya maka penulis mencoba untuk memberikan jawaban sementara atas permasalahan tersebut, yaitu sebagai berikut : “ Diduga kapasitas bandwidth di FMIPA adalah 2 Mbps dan kapasitas yang seharusnya diberikan di FMIPA adalah 4 Mbps”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

Hasil dan Pembahasan Penelitian

 

Dahulu masing-masing switch core di masing-masing fakultas telah delimit secara hardlimit secara hard limit. Pada fakultas MIPA  limit bandwidth pada port 23 denagn inbound dan outbound 128. IP yang digunakan masih IP public yaitu 203.130.214.108, yang kemudian IP ini diganti IP 192.168.22.3 dan membuat akses cepat.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan kepada 100 orang mahasiswa dan mahasiswi fakultas MIPA angkatan tahun 2004, 2005, dan 2006 tentang tanggapan mereka mengenai bandwidth di Fakultas MIPA adalah sebagai berikut :

1.      Peranan internet bagi mahasiswa/i FMIPA sangat penting.
Hal ini dikarenakan internet menyediakan banyak referensi, informasi terbaru, dan mempermudah hubungan dengan lain.
2.      Aplikasi yang sering dikunjungi bagi mahasiswa/i di FMIPA adalah search engine, milis, e-mail, blog, game online dan situs komunitas.
3.      Rata-rata lama pemakaian fasilitas internet di FMIPA oleh mahasiswa/i per individu biasanya 1-2 jam. Hal ini dikarenakan lambatnya akses internet.
4.      Rata-rata besar pemakaian bandwidth (kbps) saat berinternet di FMIPA mahasiswa/i per individu adalah 10-50 kbps.
5.      Tanggapan mahasiswa/i tentang kecepatan internet di FMIPA dapat disimpulkan bahwa, internet di FMIPA masih sangat lambat.
6.      Saran dan kritik seluruh mahasiswa di FMIPA ialah diharapkan peningkatan dalam hal kecepatan akses dan meluaskan titik hotspot. Karena tidak dipungkiri mahasiswa/i lebih banyak membutuhkan koneksi dengan dunia maya internet, sebab para mahasiswa FMIPA telah diharapkan sebagai generasi yang lebih membuka cakrawala dunia luas. Selain itu kesulitan untuk menemukan daerah jangkauan internet karena kapasitas yang kecil ini membatasi daerah hotspot.


BAB IV
PENUTUP

4.3  Simpulan
Dari uraian diatas dapat disimpulkan, sebagai berikut :
1.      Besar kapasitas bandwidth MIPA sekarang adalah 2 Mbps. Namun kapasitas yang sekarang ini harus ditingkatkan menjadi 4 Mbps, karena mahasiswa FMIPA yang terus bertambah setiap tahun.
2.      Tanggapan mahasiswa mengenai bandwidth di FMIPA adalah perlunya penambahan kapasitas dan titik hotspot.




4.4  Kata Penutup

Demikianlah paper saya yang berjudul “KAPASITAS PENGUNAAN BANDWIDTH FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS MULAWARMAN “.
Semoga bermanfaat untuk pembaca.
Terimakasih



Penulis






DAFTAR PUSTAKA

Daryanto. 2003. Pengetahuan Dasar Ilmu Komputer. Yrama Widya. Bandung.




















LAMPIRAN


ANGKET SAMPEL BANDWITH
MIPA UNMUL

Kami dari ILKOM ’10 meminta bantuan info seputar bandwith untuk memenuhi tugas kuliah.

1.      Seberapa penting internet bagi anda ?


2.     Aplikasi internet apa yang biasanya anda pakai ?


3.     Berapa jam anda menggunakan fasilitas internet di MIPA ?


4.     Berapa pemakaian bandwith (kbps) saat berinternet ?
a.  <10 kbps    b. 10-50 kbps    c. >50 kbps
5.     Bagaimana kecepatan internet MIPA bagi anda ?


6.     Adakah kritik dan saran anda untuk bandwith MIPA selanjutnya ?




NB : harap lampirkan fotokopi KTM sebagai arsip kami.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar